![]() |
| Illustrasi Razia Rambut |
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Terentang, Ka
bupaten Kubu Raya, Beri Robiansyah menuturkan, Jamilah tidak serta merta menindak tegas. Teguran lewat kata-kata disampaikan berulang kali pada kedua siswa kelas V SD berinisial PR & DJ.
Teguran itu tidak digubris ke2 siswanya. Mereka tetap bandel memanjangkan rambut hingga akhirnya Jamilah bertindak. Ia memutuskan memotong sendiri rambut ke2 siswanya pada Kamis pagi, 19 Mei 2016, sekitar pukul 08.00 WIB.
Tindakan Jamilah memotong rambut siswanya memancing kemarahan ke2 orangtua siswa. Pada sore harinya, mereka bergegas mendatangi rumah dinas Jamilah di Perumahan Dinas Transmigrasi di Desa Radak Baru, sekitar pukul 17.15 WIB. Ayah para siswa berinisial Su dan ES mendapati Jamilah sedang berada di teras rumah.
"Datang lah tiba-tiba langsung menggunting rambut, tidak ada tindakan lain. Di bagian belakang. Tidak dicukur habis hanya sebagian saja. Dipotong rambut saja. Bukan digundulin. Hanya dipotong," tutur Robi.
Penjelasan senada juga disampaikan Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Yanuari Massudi. Ia diberitahu jika saat insiden potong rambut Bu Guru itu, ke2 ayah siswa yang marah tidak menanyakan terlebih dulu alasan Jamilah memotong rambut ke2 siswa.
"Informasi yang saya dapat, orangtuanya ke guru tersebut, dan langsung memegang dua tangannya. Jilbab dibuka kemudian dipotong rambutnya seperti guru memotong rambut anaknya," tutur Yanuari.
Yanuari mengungkapkan, setelah kejadian tersebut, Bu Guru langsung melaporkan perlakuan itu ke Polsek Terentang. Ia juga sempat takut hingga akhirnya pulang ke keluarganya.
Hmmppp, potret anak didik dan orangtua zaman sekarang. Miris!

Belum ada tanggapan untuk "Tidakan Guru Memotong Rambut Siswanya Malah di Hakimi Sewenang-wenang Orang Tua Siswa, Miris!"
Post a Comment
Terima kasih banyak telah membaca artikel kami